Ketersediaan tenaga kesehatan yang merata merupakan faktor krusial dalam menjamin akses dan kualitas layanan kesehatan di suatu wilayah. Namun, di Kota Padang distribusi tenaga kesehatan masing-masing kecamatan menunjukkan ketimpangan yang signifikan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengelompokkan kecamatan di Kota Padang berdasarkan sebaran tenaga kesehatan dengan menggunakan metode k-medoids . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kota Padang tahun 2024, mencakup 11 kecamatan dengan variabel dokter, dokter gigi, perawat, bidan, farmasi, dan tenaga kesehatan lainnya. Penentuan jumlah klaster dilakukan menggunakan koefisien Silhouette . Hasil analisis menunjukkan terbentuknya dua klaster dengan nilai koefisien Silhouette sebesar 0,73 yang mengindikasikan kualitas pengelompokan yang baik. Cluster 1 memiliki anggota cluster sebanyak 10 kecamatan yaitu Bungus Teluk Kabung, Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Padang Selatan, Padang Barat, Padang Utara, Nanggalo, Kuranji, Pauh dan Koto Tangah dengan jumlah tenaga kesehatan yang relatif sedikit, sedangkan cluster 2 hanya mencakup kecamatan Padang Timur yang memiliki jumlah tenaga kesehatan secara signifikan lebih banyak. Hasil temuan ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam distribusi tenaga kesehatan, kecamatan Padang Timur mendominasi layanan kesehatan dibandingkan kecamatan lainnya.
Copyrights © 2026