Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan meramalkan volatilitas harga saham PT ABC, salah satu pemain kunci dalam industri nikel Indonesia, menggunakan pendekatan integrasi model hibrida ARIMA-GARCH. Periode pengamatan 2020 hingga 2025 dipilih karena mencakup dinamika pasar yang signifikan, mulai dari guncangan pandemi global hingga akselerasi kebijakan hilirisasi nikel untuk ekosistem kendaraan listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA(2,1,2)-GARCH(1,1) merupakan model terbaik berdasarkan kriteria informasi AIC (-4,4793) dan BIC (-4,4497) terkecil. Temuan utama mengungkapkan bahwa volatilitas saham nikel bersifat simetris, di mana respon pelaku pasar terhadap berita baik dan berita buruk memiliki magnitudo yang setara tanpa adanya efek asimetris (leverage effect). Hal ini mencerminkan karakteristik investor yang cenderung rasional dan objektif dalam menyerap informasi fundamental komoditas. Selain itu, ditemukan tingkat persistensi volatilitas yang sangat tinggi mencapai angka 0,9911, yang mengindikasikan bahwa risiko di pasar nikel memiliki memori jangka panjang akibat rentetan peristiwa geopolitik dan transformasi industri selama periode pengamatan. Hasil peramalan 10 hari ke depan menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi dengan nilai MAPE sebesar 2,45%, menempatkan model ini sebagai instrumen yang sangat reliabel (Highly Accurate) untuk manajemen risiko. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen risiko sektor komoditas strategis dengan membuktikan keunggulan model simetris dalam memprediksi volatilitas nikel di tengah ketidakpastian pasar global.
Copyrights © 2026