Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Akuntansi Hijau, Total Aset, dan Nilai Perusahaan terhadap Profitabilitas dengan Usia Perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor konsumen non-siklik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dan Analisis Regresi Moderasi (MRA). Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji asumsi klasik, uji kelayakan model, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akuntansi Hijau mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap profitabilitas karena peningkatan biaya lingkungan. Total Aset dan Nilai Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas karena keuntungan lebih ditentukan oleh efektivitas manajemen dan kondisi pasar. Usia Perusahaan terbukti memoderasi dan meningkatkan pengaruh Akuntansi Hijau terhadap profitabilitas, tetapi tidak memoderasi hubungan antara Total Aset dan Nilai Perusahaan terhadap profitabilitas. Secara teoritis, temuan ini memperkuat perspektif legitimasi dan teori agensi bahwa kepatuhan lingkungan memiliki konsekuensi keuangan jangka pendek. Secara praktis, perusahaan dan regulator perlu menyeimbangkan komitmen lingkungan dengan strategi bisnis yang lebih efisien melalui insentif dan inovasi hijau. Penelitian ini memberikan perspektif berbeda melalui penempatan umur perusahaan sebagai variabel moderasi untuk menganalisis dampak akuntansi hijau serta struktur aset dan nilai perusahaan terhadap profitabilitas dalam cakupan perusahaan yang berperingkat PROPER di Indonesia.
Copyrights © 2026