Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap representasi budaya lokal dalam arsitektur modern. Fokus kajian diarahkan pada dua aspek, yaitu bagaimana media sosial berperan dalam proses pencarian referensi dan pembuatan konsep desain oleh arsitek, serta bagaimana respons masyarakat terbentuk melalui interaksi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis sumber ilmiah terkait arsitektur media, estetika digital, dan pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang distribusi visual yang mendorong popularisasi gaya arsitektur tertentu dan memengaruhi preferensi estetika publik. Namun, penyebaran tren melalui media sosial juga memunculkan kecenderungan reduksi budaya lokal menjadi ornamen visual yang bersifat simbolik. Sementara itu, penerapan budaya lokal yang dilakukan secara reflektif terbukti mampu memperkuat identitas tempat dan meningkatkan keterikatan masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi budaya lokal secara autentik dalam desain arsitektur modern melalui pemahaman konteks sosial, sejarah, dan nilai-nilai komunitas, bukan sekadar mengikuti estetika yang viral.
Copyrights © 2026