Kemajuan media digital telah membuat remaja lebih sering terpapar pada berbagai konten, termasuk program yang memiliki elemen kekerasan. Tayangan itu dapat mempengaruhi perilaku melalui mekanisme peniruan dan proses penurunan sensitivitas yang berlangsung secara terus-menerus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan konten kekerasan di media digital terhadap kecenderungan imitasi tindakan agresif pada remaja serta mengevaluasi peran pendidikan karakter sebagai faktor pelindung. Metode yang diterapkan adalah Tinjauan Pustaka Sistematik (TPS) dengan menganalisis artikel jurnal baik nasional maupun internasional yang berhubungan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa terpapar media kekerasan berkaitan erat dengan meningkatnya agresivitas remaja melalui proses pengamatan serta menurunnya sensitivitas emosional. Meski demikian, pendidikan karakter dan literasi media terbukti bisa mengurangi pengaruh buruk tersebut dengan meningkatkan empati, kesadaran etis, dan kemampuan berpikir analitis. Dengan cara ini, pengintegrasian pendidikan karakter dalam sistem pendidikan merupakan strategi krusial untuk menghadapi tantangan di era digital dan mengurangi dampak negatif media terhadap perilaku.
Copyrights © 2026