Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi akuntabilitas dalam program food surplus management yang dijalankan ritel modern bersama mitra penyalur. Fokus utama terletak pada protokol digital dan mekanisme pelaporan terstruktur sebagai instrumen komunikasi dalam rantai donasi makanan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat narasumber kunci dari pihak korporat dan mitra nirlaba, serta didukung dokumen internal dan artefak komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga mekanisme utama. Pertama, protokol digital berbasis aplikasi berfungsi sebagai sarana koordinasi sekaligus transparansi real-time melalui fitur waiting list. Kedua, mekanisme serah terima multipihak dan fitur reject item menjadi bentuk komunikasi yang menegaskan standar kualitas dan keamanan pangan. Ketiga, pelaporan pasca donasi berperan sebagai instrumen akuntabilitas dua arah yang memungkinkan umpan balik dari mitra. Penelitian ini memperkaya kajian CSR komunikatif dengan menegaskan bahwa akuntabilitas diwujudkan melalui praktik operasional dan sistem digital. Selain itu, temuan menunjukkan peran teknologi sebagai aktor non-manusia dalam jaringan komunikasi, serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan kemitraan yang transparan dan partisipatif.
Copyrights © 2026