Pengembangan formulasi tablet herbal memerlukan optimasi bahan pengikat untuk menghasilkan granul dan tablet yang memenuhi persyaratan mutu fisik. Ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) berpotensi sebagai antidiabetik dan diformulasikan dalam bentuk tablet menggunakan metode granulasi basah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelatin terhadap sifat fisik granul dan kualitas tablet ekstrak kayu manis. Granul dibuat dengan metode granulasi basah menggunakan gelatin sebagai pengikat pada konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), dan 5% (F3). Evaluasi granul meliputi uji organoleptik, waktu alir, sudut diam, kompresibilitas, kadar air, dan distribusi ukuran partikel. Tablet dievaluasi melalui uji organoleptik, keseragaman bobot, dan keseragaman ukuran. Hasil menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik granul dan tablet. Formula F2 (gelatin 3%) memberikan karakteristik terbaik dengan waktu alir 4,79 g/detik, sudut diam 29,24°, kompresibilitas 6,35%, kadar air 7,3%, serta keseragaman bobot dan ukuran yang memenuhi Farmakope Indonesia. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi gelatin memengaruhi sifat fisik granul dan tablet, dengan konsentrasi 3% menghasilkan formula paling optimal.
Copyrights © 2026