Gangguan menstruasi merupakan salah satu efek samping yang sering dialami oleh pengguna kontrasepsi hormonal, khususnyasuntik, yang dapat memengaruhi kenyamanan serta kualitas hidupwanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambarangangguan menstruasi pada pengguna kontrasepsi hormonal di PMB Hj. Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian ini berdasarkanyang datang periode 4 Juli-8 Juli, yang dipilih menggunakan teknikaccidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar pada akseptor kontrasepsi hormonal memilikigangguan menstruasi yaitu oligomenorea sebanyak 45%. Sebagian besar gangguan mentruasi pada akseptor kontrasepsi hormonal suntik yaitu sebanyak 45%. Dan akseptor kontrasepsi hormonal di PMB Hj. Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang mayoritas akseptorKontrasepsi Hormonal menggunakan KB suntik dan memilikigangguan menstruasi Oligomenorea sebanyak 32%. Hasil inimenunjukkan adanya keterkaitan antara penggunaan kontrasepsihormonal dan gangguan pola menstruasi. Edukasi dan konselingyang berkelanjutan diperlukan bagi akseptor KB hormonal agar mereka lebih siap secara fisik dan psikologis dalam menghadapi efeksamping tersebut. Menstrual disorders are one of the side effects often experienced by users of hormonal contraceptives, especially injections, which can affect women's comfort and quality of life. This study aims to determine the description of menstrual disorders in users of hormonal contraceptives at PMB Hj. Euis, Cibogo Village, Subang Regency. This study used a descriptive method. The research sample was based on those who came during the period of July 4-8, selected using accidental sampling technique. Data were collected through interviews and analyzed using univariate analysis. The results showed that the majority of hormonal contraceptive users experienced menstrual disorders, specifically oligomenorrhea, at a rate of 45%. Most menstrual disorders in injectable hormonal contraceptive users were 45%. The majority of hormonal contraceptive users at PMB Hj. Euis in Cibogo Village, Subang Regency, used injectable contraceptives and had oligomenorrhea menstrual disorders at a rate of 32%. These results indicate a correlation between the use of hormonal contraception and menstrual pattern disorders. Continuous education and counseling are needed for hormonal contraceptive users so that they are better prepared physically and psychologically to deal with these side effects.
Copyrights © 2026