Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena masalah siswa SMP di Tarakan dalam menerapkan HOTS dalam kegiatan pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas kelas VII B tahun ajaran 2024/2025 yang melakukan kegiatan presentasi bahasa Indonesia secara individu dan kelompok. Tempat penelitian di SMP 11 Tarakan Kalimantan Utara dengan. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan pedoman wawancara.Data dianalisis dengan menggunakan beberapa langkah dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwapada tingkat analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Pada tingkat analisis, mayoritas siswa belum mampu menghubungkan teori dengan contoh, mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan, tanggapan dari audiens, serta menjelaskan materi dengan cara yang terstruktur. Pada tingkat evaluasi, kemampuan untuk menilai ketepatan, relevansi, dan kedalaman isi presentasi juga masih belum optimal. Di sisi lain, di tingkat menciptakan hampir semua siswa belum menunjukkan kemampuan dalam merancang, mengembangkan ide baru, atau menciptakan karya serta solusi yang kreatif. Temuan ini keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan presentasi masih perlu mengindikasikan bahwa ditingkatkan melalui metode pembelajaran yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kata kunci: HOTS, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Presentasi
Copyrights © 2025