Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai budaya lokal dalam tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kabupaten Bengkulu Utara. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai moral, sosial, dan spiritual melalui sastra lisan berupa tuturan dan pantun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai budaya dalam tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kabupaten Bengkulu Utara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data penelitian berupa tuturan dan pantun yang diperoleh dari sesepuh, pesilat senior, dan pesilat pemula melalui teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 data nilai budaya dalam hubungan manusia antara lain, nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan 6 data, nilai budaya hubungan manusia dengan alam 10 data, nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat 10 data,nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain 10 data nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri 8 data. Kata Kunci: Nilai Budaya, Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Sastra Lisan, Tradisi Lokal
Copyrights © 2026