Proses pemilihan ketua organisasi kesiswaan di MAN 3 Langkat sebelumnya masih dilakukan secara konvensional, yang dapat menyebabkan penilaian calon menjadi tidak objektif. Untuk meningkatkan akurasi dan objektivitas dalam proses seleksi, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem pendukung keputusan berbasis metode hybrid SWARA–MOORA. Metode SWARA menentukan bobot kriteria berdasarkan tingkat kepentingannya menurut pakar, dan metode MOORA melakukan normalisasi dan perangkingan alternatif. Studi ini memilih sepuluh alternatif ketua organisasi yang layak berdasarkan enam kriteria: kepemimpinan, visi dan misi, prestasi akademik, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, dan keaktifan dalam organisasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kandidat ketua terbaik dengan nilai tertinggi adalah Alternatif A7. Dengan demikian, penerapan metode SWARA–MOORA terbukti mampu menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih sistematis, objektif, dan terukur dalam pemilihan ketua organisasi kesiswaan.
Copyrights © 2026