Indonesia dan Tiongkok memiliki banyak perbedaan budaya. Ketika individu dari kedua negara ini saling berinteraksi, mereka akan menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan budaya yang baru. Di sinilah proses adaptasi lintas budaya berlangsung. Program Studi bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra telah menjalin kerja sama program joint-degree bersama Universitas Yangzhou. Mahasiswa yang mengikuti program ini pasti tidak terhindar dari tantangan dalam beradaptasi di lingkungan asing dan perlu menemukan cara untuk mengatasinya. Penelitian ini berfokus untuk meneliti kesulitan adaptasi yang dialami enam mahasiswi Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra di Universitas Yangzhou, beserta cara adaptasinya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara. Analisis dilakukan menggunakan Kim yaitu Teori Adaptasi Lintas Budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami seluruh responden berkaitan dengan aspek komunikasi dan kebiasaan hidup. Dalam aspek komunikasi, cara adaptasi responden adalah terus belajar dan praktek di lingkungan publik. Sedangkan, aspek kebiasaan hidup, responden menunjukkan keinginan yang kuat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, meski belum sepenuhnya dapat beradaptasi dengan seluruh aspek di kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026