Pengelolaan risiko operasional di sektor logistik pangan merupakan tantangan krusial yang dapat berdampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional. Perum BULOG sebagai institusi strategis negara menghadapi berbagai risiko operasional pada unit pergudangan yang berpotensi mengganggu kualitas beras, kontinuitas distribusi, dan kredibilitas perusahaan. Meskipun kebijakan manajemen risiko telah ditetapkan di tingkat korporasi, implementasinya belum sepenuhnya menjangkau level operasional gudang. Kajian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bentuk dan sumber risiko operasional pada unit pergudangan Perum BULOG Sub Divre Parepare; serta (2) menganalisis penerapan Enterprise Risk Management (ERM) berbasis kerangka COSO 2017 dalam memitigasi risiko operasional tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan berjumlah tujuh orang yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas Kepala Unit Gudang, empat staf operasional gudang, dan dua pejabat manajemen yang bertanggung jawab atas pengelolaan risiko. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian mengidentifikasi lima bentuk risiko utama yang berkembang menjadi sembilan sumber risiko dan 28 jenis risiko operasional, di mana 10 di antaranya berkategori tinggi (Level 4). Risiko dominan berpusat pada penyimpanan beras/gabah. Penerapan ERM terbukti mampu menghasilkan peta risiko yang komprehensif dan memprioritaskan mitigasi secara terstruktur. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen BULOG untuk memperkuat sistem pengendalian internal dan mengintegrasikan ERM hingga ke level operasional gudang guna melindungi ketahanan pangan regional.
Copyrights © 2026