Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial serta tingkat sensitivitas agroindustri cokelat pada PT. Kampung Cokelat Blitar dalam mendukung pertumbuhan bisnis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kriteria investasi meliputi Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Ratio (PR), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha agroindustri cokelat layak secara finansial dengan nilai NPV sebesar Rp3.327.431.898, Net B/C 1,96, Gross B/C 1,063, IRR 35,578%, PR 1,96, serta PP selama 2 tahun 4 bulan 8 hari. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tidak sensitif terhadap penurunan penjualan sebesar 14,28% karena tetap memenuhi kriteria kelayakan. Namun, usaha sensitif terhadap kenaikan harga bahan baku sebesar 11,75% yang menyebabkan sebagian besar indikator menunjukkan kondisi tidak layak. Dengan demikian, keberlanjutan usaha sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga bahan baku.
Copyrights © 2026