Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SOSIALISISASI PEMANFAATAN DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) SEBAGAI PESTISIDA NABATI DI DESA PEMULUTAN DALAM KECAMATAN PEMUTULAN Desta Ria Erika; M. Rahmad Ramadhan; Efri Yulistika
JURNAL NGABDIMAS Vol. 7 No. 01 Juni (2024): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v7i01 Juni.286

Abstract

Secara umum pengunaan pestisida mempunyai dampak positif dam juga negatif. Dampak positifnya yaitu bebas dari hama pengganggu tanaman dan dampak negatifnya yaitu pestisida yang disemprotkan tidak semua terkena permukaan tanaman, namun 80% pestisida yang disemprotkan jatuh ke tanah .Salah satu dampak negatifnya adalah pencemaran lingkungan. Selain itu juga berdampak bagi kesehatan petani, konsumen, dan mikroorganisme yang tidak bisa pilih dan mencemari lingkungan khuusunya pada tanah dan air. Residu pestisida tersebut bisa mematikan makro dan mikro organisme dan juga keseimbangan alam dalam lingkungan. Pada produk pertanian residu pestisida juga mengganggu kesehatan, seperti melemahnya sistem imun, gangguan fungsi hati dan ginjal, kanker, dan gangguan kesehatan lainnya. Banyak jenis persitida yang digunakan petani, dan dalam pengapliaksian pestisida tersebut petani tidak menggunakan pelindung tangan yang berdampak pada kesehatan Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan sehingga memiliki efek negatif, maka dari itu perlu ada nya pengenalan tentang pemanfaatan daun pepaya senagai bahan dasar pestisida nabati yang ramah lingkungan serta mudah didapat. Animo masyarakat saat ini masih sangat kurang karena proses pengolahan yang dianggap petani harus dilakuan berulang maka perlu inovasi pestisida nabati yang multifungsi. Selain fungsinya sebagai pengendali OPT (organisme pengganggu tanaman) serta kesuburan tanah sehingga dengan memberikan contoh pengaplikasian teknologi pada masyarakat yang berupa demfarm akan sangat menunjang implementasi pestisida nabati di masyarakat.
Menduga Umur Simpan Kemplang yang Dimatangkan Menggunakan Microwave berdasarkan Persamaan Arrhenius Parwiyanti, Parwiyanti; Yulistika, Efri; Rosidah, Umi; Lidiasari, Eka; Indriyani Syafutri, Merynda
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 11, No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 “Optimalisasi Pengelolaan Lah
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parwiyanti, P., Yulistika, E., Rosidah, U., Lidiasari, E., & Syafutri, M. I. (2023). Estimation shelf life of microwavable fish crackers using the arrhenius reaction kinetics equation. In: Herlinda, S. et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 Tahun 2023, Palembang 21 Oktober 2023. (pp. 110-117).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Microwavable fish crackers had hygroscopic properties so it needs to be packaged properly. The objective of this research was to determine the shelf life of microwavable-packaged fish crackers. The fish crackers microwave was packed with three various method which are polypropylene (PP), PP + silica gel, and nylon + vacuum. Estimation of shelf life was done by calculating the parameters of degradation of microwavable fish crackers with the reaction kinetics equation and processed using the Arrhenius equation. The quality parameter was moisture content. Quality parameters are measured every 5 days during 30 days of storage at 30oC. The results showed that the kinetics of changes in the water content of microwavable fish crackers packed in three packaging combinations following reaction order one(1) and order two(2). The shelf life of microwavable fish crackers packaged in PP was 27 days, PP+silica gel packs was 29 days, and nylon+vacuum packs was 31 days. 
USED TIRE ECOSYSTEM FOR THE RECLAIMED RUBBER INDUSTRY DEVELOPMENT AT PT BRIDGESTONE TIRE INDONESIA Suparno, Ono; Suprihatin; Indrasti, Nastiti Siswi; Hardjomidjojo, Hartrisari; Sunarti, Titi Candra; Utomo, Prasetyo Hadi; Yulistika, Efri; Triyonggo, Yunus; Matasik, Delfania
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2025.35.2.208

Abstract

Managing end-of-life tyres (ELTs) has become an urgent global issue because tyres are difficult to decompose naturally and take more than 50 years to break down. In the Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) area, ELT generation is estimated at 2.5–3 million units annually, with the most significant contributions from Karawang (1,000 units per month) and Bogor (820 units per month). Bias-ply used tires, which contain up to 70% rubber, have significant potential for recycling into raw materials for new tires through reclaimed rubber technology, aligning with the principles of a circular economy. This study aims to map the supply chain ecosystem of ELTs, identify key stakeholders, and optimise material flow to support the development of the rubber industry from reclaimed materials. The study employs a qualitative descriptive method. The number of research locations was determined using the Solvin method with an error rate of 25%. Observations were performed at 15 specific tire shops, two truck tire shops, three fleets, and three used tire collectors in the Jabodetabek and West Java areas. The findings indicate that the total estimated number of ELTs collected in Jabodetabek from tire stores, truck tires, fleets, and collectors reaches 2,860 monthly units. The main challenges in ELT management include limited storage facilities, low awareness of the economic value of waste, and a predominantly conventional management system. The study also reveals that only 20% of ELTs are utilised optimally, highlighting a significant untapped potential.  Keywords: used tires, reclaimed rubber, supply chain, circular economy
Analisis dan Perancangan Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Metode Klasifikasi – Decision Tree Yulistika, Efri; Ramadhan, Muhammad Rahmad; Erika, Desta Ria; Baihaqi, Baihaqi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15414

Abstract

Klasifikasi kualitas hasil pengolahan limbah cair tahu sangat dibutuhkan untuk memudahkan proses pemantauan pengolahan limbah cair tahu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen dan pemodelan sistem guna membantu pengambilan keputusan akhir dari limbah cair tahu yang telah diolah dengan pendekatan Model Base System Engineering (MBSE) serta mengembangkan desain sistem klasifikasi untuk standar kualitas akhir limbah industri tahu menggunakan algoritma Decision Tree–ID3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan limbah cair yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu pre-treatment, proses anaerobik, proses aerobik, dan proses kontrol (biotope pond). Pada proses kontrol di kolam biotop akan dipasang sensor untuk mengukur atribut BOD, COD, TSS, dan pH. Data sensor ini akan digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan standar kualitas limbah industri, guna menentukan apakah hasil pengolahan limbah sudah "layak" untuk dibuang ke lingkungan atau "tidak layak" sehingga perlu diproses ulang di kolam anaerobik. Berdasarkan pemodelan dengan metode klasifikasi Decision Tree-ID3, atribut yang paling berpengaruh adalah COD dengan nilai (<301), diikuti oleh BOD dengan nilai (<150), kemudian decision pH dengan nilai (≥5,5), dan TSS dengan nilai (<100). Nilai variabel penting masing-masing adalah atribut COD sebesar 27,11, atribut BOD sebesar 19,17, atribut pH sebesar 16,12, dan atribut TSS sebesar 9,32. Hasil perhitungan dalam penelitian ini menunjukkan nilai akurasi sebesar 90%, presisi 87%, sensitivitas/recall 100%, dan spesifisitas 67%, dengan predikat klasifikasi yang sangat baik.
POTENSI PENERAPAN KONSEP EKONOMI SIRKULAR UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI TAHU YANG BERKELANJUTAN Yulistika, Efri; Suprihatin, Suprihatin; Purwoko, Purwoko
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2023.33.3.254

Abstract

Tofu is one of the products produced mainly by small and medium industries (SMEs). Along with the production of tofu by SMEs, there are many environmental problems. The industry's main ecological problems are waste management, efficient use of materials, water, and energy, and emissions generated during production. One solution that can be done to solve these problems is through the application of the circular economy concept. This research aimed to characterize the tofu production process, identify problems and analyze the potential application of the circular economy concept for the sustainable development of the tofu industry. The research was conducted through field observation and literature study. The research data were processed, analyzed, and presented in a qualitative descriptive manner. The results of the study show that the circular economy concept that can be adopted in the tofu industry A, B, and C is the utilization of solid waste in the form of tofu dregs as food ingredients (nuggets, tempe gembus, shredded and soy sauce), semi-finished foodstuffs (in the form of dregs flour which can be used as raw material for food processing such as crackers, pastries, and brownies), and as animal feed. Circular economy alternatives are analyzed by considering economic, environmental and social feasibility. Alternatives that are feasible and applicable to the tofu industry A, B, and C are washing soybeans in stages to reduce water use, tofu dregs are processed into tempe gembus or other products, cooking soybean porridge with boiler heating and cooking with a steam system, and liquid waste (whey) can be utilized as raw material for nata de soya, biogas and liquid fertilizer. Keywords: circular economy, tofu industry, sustainability
Penerapan Model Learning Cycle Dalam Pembelajaran Biologi Pada Praktik Composting Di Sma 1 Cawang Baru Jakarta Ramadhani, Griselda Happy; Ulina, Ninta Sri; Yulistika, Efri; Yustina, Nabila Rachma; Nurmaulidah, Meiliana Wahyu
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.987

Abstract

SMA 1 Cawang Baru berupaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran biologi. Namun, masih menghadapi tantangan berupa rendahnya minat belajar siswa, dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang monoton karena pembelajaran yang lebih berbasis ceramah cenderung membuat siswa pasif dan kurang terlibat aktif. Data menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran materi IPA berada pada tingkat sedang (63,11%). Menyikapi kondisi ini, SMA 1 Cawang Baru berencana untuk mengembangkan pembelajaran biologi melalui pendekatan Learning Cycle yang lebih interaktif, serta penerapan praktik pembelajaran yang menarik dan relevan. Program yang dirancang adalah praktik pengomposan, di mana siswa terlibat langsung dalam proses pembuatan kompos dan dapat memantau serta menganalisis hasil akhir kompos. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas siswa dan administrator sekolah dalam menerapkan model Learning Cycle dalam pembelajaran Biologi. Hasil dari penerapan metode Learning Cycle menunjukkan bahwa pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik lapangan dapat menjadi strategi efektif dalam mengatasi masalah rendahnya minat belajar siswa. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi dalam membentuk kesadaran ekologis dan wawasan keberlanjutan lingkungan.
Evaluasi dan Perbaikan Rantai Pasok Agroindustri Cabe Jamu di Pulau Madura dengan Metode SCOR Soejana, Firman Arief; Fatikhudin, Akhmad; Yulistika, Efri
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 02 (2025): Journal Of Agritech Science -November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i02.1575

Abstract

Rantai pasok Piper retrofractum Vahl. (cabe jawa/cabe jamu) di Pulau Madura memainkan peran penting dalam sektor agribisnis di wilayah tersebut. Studi ini mengevaluasi kinerjanya dengan menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR), berfokus pada tiga kategori utama: resiliensi, ekonomi, dan keberlanjutan. observasi lapangan dan wawancara dengan aktor utama petani, pedagang/pengumpul, dan produsen jamu modern dilakukan untuk menilai kondisi rantai pasok saat ini. Analisis mengidentifikasi tantangan signifikan dalam keandalan, responsivitas, dan kelincahan pada kategori Resiliensi, serta inefisiensi biaya dan rendahnya Profitabilitas pada kategori ekonomi. Sementara itu, Keberlanjutan menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik, tetapi masih memerlukan perbaikan, terutama dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Evaluasi berbasis SCOR mengungkapkan bahwa skor kinerja keseluruhan rantai pasok rata-rata berada di bawah 70% untuk kategori resiliensi dan ekonomi, yang mengindikasikan perlunya perbaikan yang signifikan. Rekomendasi utama mencakup penerapan sistem manajemen inventaris berbasis IoT, adopsi praktik just in time (JIT), serta promosi diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah. Selain itu, penguatan kolaborasi antar aktor rantai pasok dan investasi dalam teknologi digital menjadi langkah krusial untuk mengatasi inefisiensi serta meningkatkan daya saing dan keberlanjutan rantai pasok. Studi ini juga melakukan pembandingan rantai pasok cabe jamu dengan agroindustri sejenis, menyoroti area yang dapat dioptimalkan serta praktik terbaik yang dapat diadopsi. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam rantai pasok cabe jamu, serta menawarkan strategi konkret untuk meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal di Pulau Madura, tetapi juga mendukung tujuan yang lebih luas dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.