Latar belakang: Sistem pangan berbasis peternakan berkelanjutan memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global terkait ketahanan pangan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sektor ini masih menghadapi berbagai permasalahan seperti rendahnya efisiensi, keterbatasan nilai tambah, serta lemahnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keberlanjutan produk. Kondisi tersebut menuntut transformasi menyeluruh dari model produksi konvensional menuju sistem agribisnis terpadu yang menghubungkan kompetensi manajerial, inovasi produk, dan strategi berbasis perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan manajemen agribisnis, hilirisasi produk, dan perilaku konsumen untuk memperkuat keberlanjutan usaha pangan berbasis hasil ternak. Metode: Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka sistematis terhadap publikasi tahun 2020-2025, penelitian ini mensintesis temuan teoritis dan empiris dari konteks global dan Indonesia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen agribisnis yang efektif melalui kompetensi manajerial, integrasi rantai nilai sirkular, dan digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dan ketahanan usaha. Hilirisasi produk mendorong penciptaan nilai tambah dan daya saing pasar melalui inovasi teknologi dan pengolahan ramah lingkungan. Sementara itu, perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh kesadaran keberlanjutan, kepercayaan sensorik, dan keterikatan emosional berperan penting dalam membentuk preferensi pembelian dan loyalitas merek. Kesimpulan: Integrasi ketiga dimensi tersebut menghasilkan sistem sinergis yang mendorong inovasi, mengurangi limbah, serta memperkuat pertumbuhan pasar berkelanjutan. Kerangka ini berkontribusi pada pengembangan teori agribisnis berkelanjutan dan memberikan implikasi strategis bagi pembuat kebijakan, praktisi, serta wirausaha muda peternakan.
Copyrights © 2026