Kelompok Wanita Tani (KWT) Indah Lestari menghadapi berbagai kendala dalam mengelola kegiatan pertanian, antara lain rendahnya literasi teknologi, keterbatasan sarana digital, dan minimnya pendampingan teknis dalam penerapan sistem pertanian modern. Kondisi ini menghambat peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian di tingkat rumah tangga, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan sistem pertanian yang lebih adaptif. Sebagai solusi, dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi Smart Farming berbasis Artificial Intelligence (AI). Program ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi dan keterampilan digital anggota KWT dalam memanfaatkan aplikasi AI untuk deteksi dini hama dan penyakit tanaman, monitoring pertumbuhan, serta rekomendasi pemupukan sesuai kebutuhan tanaman lokal seperti kangkung, sawi, padi, bayam, jagung, dan cabai. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2025 di Desa Sumberjo, Kecamatan Polman, Kabupaten Polewali Mandar, dengan melibatkan 20 anggota KWT Indah Lestari dan penyuluh pertanian kecamatan sebagai pendamping. Metode meliputi presentasi interaktif, pelatihan praktik penggunaan aplikasi AI sederhana, serta evaluasi partisipatif untuk menilai peningkatan pemahaman peserta.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: lebih dari 90% peserta memahami konsep Smart Farming, 85% mampu menjelaskan fungsi aplikasi AI, dan 80% yakin dapat menggunakannya secara mandiri. Selain itu, 95% peserta menyadari manfaat teknologi pertanian, dan 75% bersedia mengadopsi inovasi digital secara bertahap. Untuk keberlanjutan dan peningkatan dampak kegiatan, disarankan dilakukan pendampingan rutin guna memperkuat kemampuan peserta dalam menggunakan aplikasi AI. Materi pelatihan dapat diperluas pada pengolahan data tanaman dan optimasi pemupukan berbasis AI, serta penerapan teknologi secara bertahap pada lahan kecil agar manfaatnya berkelanjutan dan nyata bagi petani.
Copyrights © 2026