Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) bertujuan meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui layanan yang inklusif dan partisipatif. Namun, dalam pelaksanaannya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru masih ditemukan fenomena seperti rendahnya komitmen mitra perpustakaan, kurang optimalnya kontribusi tim sinergi TPBIS, keterbatasan pelatihan pustakawan, serta rendahnya sosialisasi dan keterlibatan masyarakat dan mitra sehingga pelaksanaan TPBIS belum berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan TPBIS serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Teori yang digunakan adalah teori manajemen George R. Terry dengan fokus pada fungsi pelaksanaan (actuating) yang meliputi sumber daya manusia, motivasi, kepemimpinan, dan komunikasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan TPBIS belum berjalan secara optimal, dengan hambatan berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya peran kepemimpinan, serta kurang efektifnya komunikasi, sosialisasi dan monitoring program. Secara keseluruhan, pelaksanaan TPBIS memerlukan perbaikan agar dapat berjalan lebih konsisten dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026