Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang mendesak di pedesaan Indonesia termasuk di Grumbul Gayunan, Desa Pagedangan, Kabupaten Purbalingga yang masih belum memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu. Untuk mengatasi tantangan ini, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman berkolaborasi dengan warga RT 11 dalam mengembangkan inovasi lokal berupa pengolahan sampah plastik menjadi minyak melalui metode pirolisis. Metode yang digunakan meliputi pembuatan reaktor sederhana berbahan drum dan tungku yang terbuat dari semen dan pasir, pendampingan teknis dan sosialisasi pemilahan sampah. Hasil implementasi menunjukkan bahwa pirolisis mampu mengubah plastik menjadi minyak dengan kualitas yang setara dengan minyak tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kompor maupun penerangan. Program ini berhasil mengurangi volume sampah plastik, meningkatkan kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah serta mendorong partisipasi masyarakat melalui gotong royong. Pirolisis sederhana berpotensi menjadi sebuah solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi alternatif di pedesaan meskipun pirolisis masih menghadapi tantangan teknis terkait kualitas bahan baku, efisiensi alat dan aspek keselamatan.
Copyrights © 2026