Integrasi etnosains dalam pembelajaran biologi berperan penting dalam menghubungkan pengetahuan lokal dengan konsep ilmiah sehingga menghasilkan pembelajaran yang kontekstuall dan bermakna. Penelitin ini bertujuan untuk mengekplorasi pengetahuan lokal masyarakat Bengkulu tentang Rafflesia sp., khususnya Rafflesia arnoldii, dalam perspektif etnosains serta enganalisis potensinya sebagai sumber belajar sains berbasis potensi lokal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal memiliki pengetahuan spesifik terkait Rafflesia sp., meliputi : (1) karakterisitik habitat yang lembab, teduh, dan berada di hutan hujan tropis; (2) ketergantungan mutlak pada tanaman inang Tetrastigma sp.; (3) fase pertumbuhan; serta (4) interaksi ekosistem dan nilai kesadaran memiliki dalam masyarat lokal. Temuan ini menunjukkan adanya kesesuaian antara pengetahuan lokal dan konsep ilmiah dalam biologi, khususnya pada materi ekologi, parasitisme, pertumbuhan dan perkembangan, serta konservasi keanekaragaman hayati. Integrasi etnosains berpotensi dikembangkan sebagai sumber belajar berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan literasi ilmiah, kesadaran konservasi, dan penguatan identitas budaya khas peserta didik secara berkelanjutan. Kata kunci: Etnosains, rafflesia, pembelajaran biologi, potensi lokal
Copyrights © 2026