Permasalahan sampah menjadi isu serius di Indonesia, termasuk di Desa Janti, Kabupaten Kediri, di mana masyarakat masih terbiasa membakar sampah akibat ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan rendahnya kesadaran lingkungan. Program pengabdian masyarakat bertajuk “SAMPILAH: Sampah Pilah, Alam Lestari” dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga, khususnya ibu rumah tangga, mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik serta dampak negatif pembakaran sampah. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi, pre-test dan post-test, serta lomba menghias tempat sampah sebagai bentuk implementasi langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 82 pada pre-test menjadi 93,5 pada post-test, yang menandakan peningkatan pemahaman terhadap materi. Selain itu, lomba kreatifitas menghias tempat sampah mampu mendorong penerapan praktik pemilahan sampah di rumah masing-masing. Kesimpulannya, edukasi berbasis partisipasi aktif masyarakat efektif dalam mengubah perilaku dan meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah. Program SAMPILAH berpotensi menjadi model alternatif edukasi lingkungan yang berkelanjutan di tingkat desa. Kata Kunci: sampah, pemilahan, penyuluhan, pengabdian masyarakat, lingkungan
Copyrights © 2026