Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering disebut sebagai silent killer. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan bahan herbal tradisional sebagai upaya pencegahan turut memperburuk kondisi ini. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal sereh, jahe, dan salam untuk pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan meliputi perencanaan, penyuluhan, demonstrasi pembuatan jamu herbal, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman signifikan, dimana responden yang menjawab “ya” meningkat dari 69% menjadi 83%, sedangkan jawaban “tidak” menurun dari 29% menjadi 15%, dan “ragu-ragu” tetap 2%. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan pelatihan praktis mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini relevan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung pencegahan hipertensi berbasis pemanfaatan tanaman obat tradisional. Kata Kunci: hipertensi, herbal, tradisional, edukasi, kesehatan
Copyrights © 2026