Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Nganjuk. Salah satu faktor penyebab utama adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak adekuat dari segi gizi dan variasi. Di sisi lain, Nganjuk memiliki potensi besar pada komoditas pangan lokal, seperti gaplek, yang sering kali belum dimanfaatkan secara optimal untuk diversifikasi pangan bergizi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi berbasis kearifan lokal yang mudah diakses dan disukai anak-anak guna mendukung pemenuhan gizi optimal dan pencegahan stunting. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Nganjuk, khususnya ibu rumah tangga dalam mengembangkan produk MPASI inovatif dan bergizi tinggi, yaitu Brownis Keju Gaplek atau “Gapchies” sebagai bagian dari program GEMILANG. Metode: Metode pengabdian meliputi tiga tahap utama: 1) Penyuluhan dan Edukasi mengenai pentingnya gizi MPASI berbasis pangan lokal; 2) Pelatihan pembuatan Gapchies, 3) Pendampingan dan Monitoring keberlanjutan implementasi produk “Gapchies” dalam menu MPASI harian. Peserta utama adalah ibu rumah tangga yang mempunyai balita dan penghasil gaplek. Hasil Pengabdian: Pengabdian ini berhasil menghasilkan produk MPASI inovatif berupa Brownis Keju Gaplek (“Gapchies”). Terjadi peningkatan pengetahuan gizi MPASI dan keterampilan praktis dalam pengolahan pangan lokal. Kesimpulan: Pengembangan GEMILANG melalui inovasi produk “Gapchies” berbasis pangan lokal Nganjuk merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan variasi dan kualitas gizi MPASI. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat dan memberikan solusi praktis, ekonomis, dan bergizi dalam upaya kolektif pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026