Background: Kurangnya kesadaran dan fasilitas pengolahan limbah di Desa Nglampin menghambat pengelolaan limbah yang efektif, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan dan ekonomi. Selain itu akses internet yang terbatas, rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat, dan kurangnya infrastruktur digital seperti jaringan internet stabil dan perangkat komputer, juga menjadi permasalahan. Ini berarti potensi ekonomi digital yang besar belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat di sana, itu semua dapat membatasi peluang kemajuan Desa Nglampin. Warga kesulitan memasarkan produk mereka secara online, tertinggal dari perkembangan zaman. Solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan yang selama ini menghambat kemajuan desa. Masalah pengelolaan limbah organik, khususnya tongkol jagung yang melimpah, akan ditangani dengan pendekatan terpadu. Metode: Sosialisasi dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan manfaatnya bagi lingkungan. Selain itu, dilakukan pembuatan mesin pencacah tongkol jagung sederhana dan pemberian pelatihan penggunaannya. Dengan mesin ini, pengolahan limbah akan menjadi lebih efisien. Sampah organik yang terkumpul kemudian akan diolah menjadi pupuk kompos, pakan ternak, dan produk-produk bernilai tambah lainnya, mengubah limbah menjadi aset berharga. Hasil: Setelah program dijalankan, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat sebesar 60%, serta peningkatan produksi pupuk kompos sebesar 55% dibandingkan dengan sebelum program dilaksanakan. Selanjutnya, untuk mengatasi keterbatasan akses teknologi dan informasi, dengan merancang pengembangan Desa Digital. Kesimpulan: Pelatihan literasi digital akan diberikan kepada masyarakat, mengajarkan penggunaan smartphone, internet, dan media sosial untuk berbagai keperluan. Sebuah website desa akan dibangun, menjadi etalase potensi desa, produk UMKM, dan kegiatan-kegiatan yang berlangsung.
Copyrights © 2026