Background: Desa Sarewu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat memiliki potensi ubi jalar ungu (Ipmoea batatas L.) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ubi jalar ungu merupakan sumber karbohidrat pengganti nasi serta mengandung vitamin, mineral, flavonoid dan fenolik yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain umbinya, kulit ubi jalar ungu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dan pewarna alami pangan, namun masih dianggap sebagai limbah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat kesehatan ubi jalar ungu serta memberikan keterampilan ekstraksi antosianin kulit ubiu jalar ungu dan pengolahannya menjadi mie ubi jalar ungu (MIE ULAR) sebagai menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) anak. Metode: Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan ekstraksi antosianin dengan alat sederhana, pelatihan pembuatan MIE ULAR, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Mitra kegiatan berjumlah 20 orang ibu PKK Desa Sarewu. Hasil: Pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap manfaat kesehatan ubi jalar ungu, yang ditandai dengan peningkatan kategori “sangat setuju” dari 5,0% menjadi 55,0%. Mitra mampu melakukan proses ekstraksi antosianin dari kulit ubi jalar ungu serta mengolahnya menjadi produk mie ubi jalar ungu (MIE ULAR). Produk yang dihasilkan memiliki cita rasa yang disukai oleh anak-anak PAUD Pratama Desa Sarewu. Kesimpulan: Mitra dapat memanfaatkan ubi jalar ungu, termasuk limbah kulitnya menjadi produk yang berguna yaitu MIE ULAR.
Copyrights © 2026