Background: Petani di Desa Femnasi khsusnya kelompok tani Beslat mengusahakan tanaman sirih secara konvensional menyebabkan alih fungsi lahan, produktivitas rendah dan pendapatan mengalami penurunan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang budidaya tanaman sirih dengan sistem agroforestri dan tumpangsari dengan tanaman hortikultura guna meningkatkan ekonomi dan mewujudkan konservasi lingkungan, (2) meningkatkan ketrampilan teknis petani dalam menggunakan pupuk kompos biochar dan PGPR serta irigasi tetes dalam sistem agroforestri sirih untuk meningkatkan kesuburan dan daya tahan terhadap hama dan penyakit tanaman, (3) meningkatkan kemampuan manajemen kelompok tani untuk mempermudah usahatani dan pemasaran sirih. Jumlah petani yang aktif dalam program agrofoirestri sirih sebanyak 25 orang dari anggota kelompok tani Beslat Desa Femnasi. Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini meliputi sosialisasi, praktek pembuatan pupuk kompos biochar, pembibitan, budidaya dan pemeliharaan agroforestri sirih yang ditumpangsarikan dengan hortikultura. Hasil: Hasilnya meningkatkan kompetensi petani tentang budidaya tanaman sirih dengan sistem agroforestri dan pola tumpangsari dengan tanaman sayuran sehingga bermanfaat secara ekonomi dan ekologi. Petani juga memiliki ketrampilan dalam pembuatan dan penggunaan pupuk kompos biochar, serta pemanfaatan pupuk PGPR untuk meningkatkan kesuburan dan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman. Petani juga memiliki kemampuan manajemen kelompok tani yang lebih baik terutama terkait manajemen pemasaran sehingga memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Kesimpulan: Peningkatan kemampuan manajemen dan teknis usahatani diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan lingkungan tetap lestari sehingga pembangunan berkelanjutan dapat terwujud.
Copyrights © 2026