Kajian ini mengkaji fondasi epistemologis, karakteristik fikih, dan kritik terhadap qiyas dalam Mazhab Zahiri. Penelitian mendeskripsikan kemunculan mazhab ini yang dipelopori Daud al-Zahiri dan puncaknya di Andalusia melalui Ibn Hazm, dengan metodologi literal yang ketat berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ terbatas, dan Istishhâb. Analisis menunjukkan bahwa penolakan mutlak terhadap qiyas, ta‘lil, dan taklid menjadi pembeda utama dari mazhab arus utama, meski menuai kritik atas rigiditas dan ketidakmampuannya beradaptasi dengan konteks baru. Meski demikian, kontribusi intelektual ulama Zahiri, khususnya karya-karya Ibn Hazm, diakui secara luas. Studi ini menyoroti tegangan antara kesetiaan pada teks dan tuntutan maqashid syariah, serta merekomendasikan kajian komparatif lebih lanjut tentang penafsiran literal Zahiri.
Copyrights © 2026