Background: Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan umat. Namun, di tengah dinamika kehidupan perkotaan, fungsi tersebut kerap berkurang karena beragam keterbatasan masyarakat dalam mengakses pembinaan keagamaan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas model pemberdayaan masyarakat berbasis masjid melalui program pendampingan baca Al-Qur’an pada Majelis Taklim Cilosari 17 Menteng Jakarta Pusat. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama lima minggu dengan melibatkan 20 peserta dari kalangan ibu rumah tangga. Pendekatan yang digunakan ialah partisipatif dengan landasan teori pemberdayaan masyarakat (Chambers, 1997), andragogi (Knowles, 1984), experiential learning (Kolb, 1984), dan pembelajaran Al-Qur’an berbasis talaqqi. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan teknis membaca huruf sambung dan penerapan hukum tajwid sebesar 15–18%, serta peningkatan kepercayaan diri dan kebiasaan membaca rutin sebesar 20%. Selain itu, terbentuk dua kelompok tahsin mandiri pasca program yang mencerminkan tumbuhnya kemandirian dan solidaritas sosial jamaah. Kesimpulan: Kesimpulannya, pemberdayaan berbasis masjid efektif tidak hanya dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an, tetapi juga dalam menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial masyarakat di lingkungan perkotaan yang padat dan dinamis.
Copyrights © 2026