Background: Perubahan pendekatan kurikulum kearah deep learning merubah model pembelajaran yang ada dikelas. Guru sejarah masih mengalami kesulitan dalam merancang dan melaksanakan model deep learning dan deep teaching. Guru sejarah juga masih memerlukan pelatihan dalam menentukan dan merancang model pembelajaran sejarah yang tepat guna berbasis deep learning dan deep teaching. Metode: pendekatan pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan persuasif dan edukatif. Metode pelaksanaan menggunakan skema workshop dengan tahapan survei lapangan, focus group discussion, rencana workshop, pembagian tugas, penyampaian informasi, workshop, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif dan perhitungan skala likert. Hasil model deep learning dan pendekatan deep teaching pada pembelajaran sejarah menunjukkan hasil yang sangat positif bagi guru-guru sejarah karena memiliki persepsi yang kuat bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik secara mendalam dan aplikatif. Guru merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran melalui pendekatan ini, didukung oleh penggunaan teknologi yang semakin memadai dalam proses belajar mengajar. Guru juga memahami pentingnya refleksi bersama peserta didik sebagai bagian integral untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kesimpulan: Komitmen guru untuk mengimplementasikan prinsip deep learning dalam pengajaran sejarah sehari-hari menunjukkan kesiapan dan semangat. Mereka antusias dalam mengadopsi pembelajaran yang lebih mendalam, kontekstual, dan kolaboratif.
Copyrights © 2026