Background: Rendahnya literasi kesehatan masyarakat serta keterbatasan sistem pencatatan manual pada Posyandu Keluarga (POSGA) menunjukkan perlunya pendekatan edukasi yang lebih terstruktur dan didukung teknologi digital. Metode: Program pengabdian dilaksanakan melalui asesmen kebutuhan awal, pelatihan interaktif dalam tiga sesi, demonstrasi penggunaan aplikasi PosgaCare, serta pendampingan berkelanjutan selama tiga bulan. Evaluasi keberhasilan program dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, lembar observasi keterampilan, pemantauan penggunaan aplikasi, serta diskusi kelompok terarah (FGD). Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perubahan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil: Teramati peningkatan pemahaman peserta mengenai pola hidup sehat dari 35% pada pengukuran awal menjadi 95% setelah intervensi. Keterampilan pencatatan kesehatan digital juga meningkat dari 30% menjadi 96%. Hasil pemantauan aplikasi menunjukkan bahwa sebagian besar kader mampu mengoperasikan fitur edukasi, kalkulator kesehatan, dan pencatatan digital secara mandiri tanpa pendampingan intensif. Kesimpulan: Integrasi pelatihan partisipatif dan pemanfaatan aplikasi digital meningkatkan kapasitas kader POSGA dalam edukasi kesehatan dan pengelolaan data komunitas. Pendekatan ini berpotensi direplikasi pada posyandu keluarga lain sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026