Background: Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat paling signifikan secara global. Indonesia menempati urutan kedua dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam upaya preventif terhadap TB. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 40 rumah tangga di Desa Ibul Besar, Ogan Ilir. Metode pelaksanaan mencakup penyusunan materi edukasi, pelatihan tim (TOT), survei pre-test, edukasi door-to-door, serta post-test. Hasil: Hasil menunjukkan tren peningkatan skor pengetahuan (8.23 menjadi 8.60) dan perilaku (29.10 menjadi 29.53) secara deskriptif. Meskipun secara statistik tidak signifikan, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi titik intervensi prioritas, yaitu rendahnya pengetahuan tentang stigma dan pengobatan TB, serta tingginya perilaku merokok di dalam rumah (82,5%). Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi titik intervensi prioritas untuk program lanjutan dan menunjukkan efektivitas model door-to-door dalam menjangkau kelompok berisiko. Kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi komprehensif berbasis rumah tangga yang dapat direplikasi pada wilayah lain.
Copyrights © 2026