Pendahuluan: Kompleksitas terus menerus dalam pengelolaan sampah di wilayah pesisir Indonesia terus menjadi tantangan bagi lingkungan, yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran publik dan kekurangan infrastruktur. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kondisi, tantangan, dan kemungkinan untuk pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Cinangga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan warga, pemimpin komunitas, anggota PKK, dan pejabat desa, dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) seperti peta desa, kalender musim, matriks rangkung, dan diagram venn. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa masalah utama adalah ketiadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS), kurangnya kesadaran warga, dan kekurangan dukungan kelembagaan. Namun demikian, potensi sosial yang kuat ditemukan, termasuk semangat gotong royong, kader PKK yang aktif, dan kelompok pemuda yang bekerja untuk perubahan lingkungan. PRA terbukti meningkatkan kesadaran kritis dan kolaborasi antar aktor lokal. Kesimpulan: Pembangunan TPS sederhana, penguatan kelembagaan lokal, dan penggabungan pendekatan partisipatif dalam perencanaan pembangunan desa adalah hal yang sangat penting.
Copyrights © 2026