Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pastoral untuk menumbuhkan doa dan puasa sebagai gaya hidup pelayan Tuhan di Gereja Bahtera Indonesia. Latar belakang penelitian adalah rendahnya partisipasi pelayan dalam doa dan puasa bulanan meskipun aktif dalam pelayanan Minggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui wawancara dengan gembala dan pelayan, observasi, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan tiga hambatan utama, yaitu anggapan doa dan puasa sebagai aktivitas opsional, kesibukan pribadi, dan kurangnya pembinaan rohani yang sistematis. Partisipasi meningkat ketika disiplin ini dipahami sebagai bagian integral dari pelayanan. Empat strategi utama yang ditemukan adalah mentoring rohani, pembinaan kelompok kecil, integrasi dalam liturgi, dan keteladanan pemimpin. Penelitian ini menawarkan model pastoral kontekstual yang mengintegrasikan formasi spiritual, motivasi, dan komunitas sebagai kontribusi bagi teologi pastoral dan praktik gereja lokal.
Copyrights © 2026