Shift klinis malam pada mahasiswa profesi Ners berhubungan dengan gangguan ritme sirkadian, kelelahan, serta perubahan respons emosional yang berpotensi menurunkan konsistensi penerapan proses keperawatan. Pelatihan regulasi emosi terstruktur dipandang relevan untuk memperkuat kesiapan psikologis mahasiswa selama praktik klinik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan regulasi emosi terstruktur terhadap regulasi emosi dan kualitas asuhan keperawatan mahasiswa profesi Ners STIKes RSPAD Gatot Soebroto dengan paparan shift malam. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan non-equivalent control group pretest-posttest. Sampel berjumlah 70 mahasiswa profesi Ners yang dibagi ke dalam kelompok intervensi (n = 35) dan kelompok kontrol (n = 35) berdasarkan rotasi lahan praktik. Intervensi diberikan dalam dua sesi masing masing 90 menit disertai latihan mandiri selama 7 hari. Regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire adaptasi, sedangkan kualitas asuhan keperawatan diukur menggunakan lembar observasi proses keperawatan. Analisis data menggunakan paired t-test, independent t-test, dan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor regulasi emosi meningkat signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kualitas asuhan keperawatan juga meningkat lebih besar pada kelompok intervensi. Analisis ANCOVA menegaskan bahwa pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kualitas asuhan posttest setelah dikontrol dengan skor pretest dan paparan shift malam. Pelatihan regulasi emosi terstruktur efektif meningkatkan regulasi emosi dan kualitas asuhan keperawatan mahasiswa profesi Ners yang menjalani shift malam serta direkomendasikan sebagai pembekalan wajib praktik klinik.
Copyrights © 2026