AI telah menjadi hal yang umum di sektor pendidikan, dan pesatnya masuknya alat-alat AI membuat mahasiswa dan dosen kewalahan. Penggunaan alat AI yang akurat menawarkan peluang untuk memajukan pembelajaran mahasiswa; namun, penggunaan yang salah menimbulkan risiko, yang memungkinkan mahasiswa untuk mengabaikan praktik penelitian mendasar dan berpikir kritis demi membiarkan AI menghasilkan tugas atau makalah penelitian mereka. Kecurangan akademik dan plagiarisme telah menjadi masalah utama dalam pendidikan tinggi. Studi ini menyelidiki mengapa mahasiswa menggunakan AI dan bagaimana hal itu membentuk keterampilan berpikir kritis dan penulisan akademik mahasiswa. Berdasarkan teori penggunaan dan kepuasan (UGT) dan teori pembingkaian (FT), penelitian ini mengeksplorasi motivasi mahasiswa untuk menggunakan AI dalam pekerjaan akademik mereka. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan, dengan menggunakan Google Forms untuk pengumpulan dan analisis data. Temuan menunjukkan bagaimana mahasiswa menggunakan alat AI untuk meningkatkan penulisan akademik dan berpikir kritis mereka. Membangun lingkungan penelitian dan pembelajaran yang berkelanjutan membutuhkan kepatuhan terhadap pedoman etika yang mengatur penggunaan alat AI dalam penulisan akademik. Universitas perlu mengembangkan kebijakan yang jelas untuk mempermudah mahasiswa menggunakan perangkat AI secara etis, yang akan membantu mereka berpikir lebih kritis. AI has become ubiquitous in the educational sector, and the rapid influx of AI tools overwhelms both students and lecturers. The accurate use of AI tools offers opportunities to advance student learning; however, the incorrect use poses risks, which enable students to bypass fundamental research practices and critical thinking in favour of allowing AI to generate their assignments or research papers. Academic dishonesty and plagiarism have become major concerns. This study investigates how the use of AI is shaping students' critical thinking skills and academic writing. Moreover, focusing on the effectiveness of AI detection and prevention of plagiarism. Grounded in the Uses and Gratifications and Framing theories, the research explores students’ motivations for using AI in their academic work. A quantitative and qualitative research approach is employed, using Google Forms for data collection and analysis. The findings provided how students use AI tools to improve their academic writing and critical thinking. Building a sustainable research and learning environment and adhering to ethical future governing the use of AI tools in academic writing. The university must ensure a clear policy is developed to facilitate the correct use of AI tools to enhance critical thinking among students, and the digital development for both students and academics is essential.
Copyrights © 2026