ABSTRACT Meeting the nutritional needs of preschool children is a crucial aspect that can be achieved through the provision of appropriate and high-quality supplementary foods. These supplementary foods are formulated to complement the nutritional intake that may not be fulfilled by daily meals, thereby supporting children’s cognitive and motor development. This study aimed to formulate and develop a modified nugget product made from tempeh and snakehead fish as an alternative supplementary food to prevent malnutrition among children aged 3–4 years in Telogorejo Village, Rawa Jitu Utara District, Mesuji Regency. This research employed a quantitative pre-experimental design involving 20 children aged 3–4 years with malnutrition. The intervention consisted of providing two pieces of tempeh–snakehead fish nuggets daily for 14 consecutive days. Data were collected through observation of changes in nutritional status and an organoleptic test involving 30 panelists, and analyzed using SPSS. The results showed p-values of 0.092 for color, 0.000 for aroma, and 0.062 for taste. This indicates no significant difference in color and taste (p 0.05), but a significant difference in aroma (p 0.05). Formula F1 (tempeh with 10% snakehead fish meat) achieved the highest scores for color (3.85), aroma (3.80), and taste (3.50), making it the best formulation. In conclusion, the tempeh–snakehead fish nugget formula F1 has the potential to serve as a high-protein supplementary food to prevent malnutrition in children aged 3–4 years, particularly in regions with high malnutrition prevalence such as Lampung Province. Keywords: Tempeh Nugget, Snakehead Fish, Malnutrition, Preschool Children. ABSTRAK Pemenuhan kebutuhan gizi balita merupakan aspek krusial yang dapat dicapai melalui pemberian makanan tambahan yang tepat dan berkualitas. Makanan tambahan diformulasikan untuk melengkapi kecukupan gizi yang belum terpenuhi dari konsumsi harian, sehingga mendukung perkembangan kognitif dan motorik anak. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengembangkan modifikasi nugget berbahan dasar tempe dan ikan gabus sebagai alternatif makanan tambahan guna mencegah gizi kurang pada anak usia 3–4 tahun di Desa Telogorejo, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji.Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimen dengan subjek 20 anak usia 3–4 tahun yang mengalami gizi kurang. Intervensi dilakukan dengan pemberian 2 potong nugget tempe–ikan gabus per hari selama 14 hari. Data dikumpulkan melalui observasi perubahan status gizi dan uji organoleptik oleh 30 panelis, kemudian dianalisis menggunakan SPSS.Hasil menunjukkan nilai p-value sebesar 0,092 untuk warna, 0,000 untuk aroma, dan 0,062 untuk rasa. Artinya, tidak terdapat perbedaan signifikan pada warna dan rasa (p 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan pada aroma (p 0,05). Formula F1 (tempe kedelai dengan 10% daging ikan gabus) memperoleh skor tertinggi pada parameter warna (3,85), aroma (3,80), dan rasa (3,50), sehingga dinyatakan sebagai formulasi terbaik. Kesimpulannya, nugget tempe–ikan gabus formula F1 berpotensi menjadi alternatif makanan tambahan bergizi tinggi untuk pencegahan gizi kurang pada anak usia 3–4 tahun, khususnya di wilayah dengan prevalensi gizi kurang tinggi seperti Provinsi Lampung. Kata Kunci: Nugget Tempe, Ikan Gabus, Gizi Kurang, Anak Usia 3–4 Tahun.
Copyrights © 2026