Penelitian ini membahas bagaimana karya Dolorosa Sinaga merepresentasikan luka dan perlawanan dalam konteks sosial dan politik. Karya-karyanya tidak hanya menampilkan nilai estetika, tetapi juga menjadi bentuk kritik terhadap kekuasaan negara, terutama terkait kekerasan dan ketidakadilan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis estetika kritis, yaitu membaca makna visual dari bentuk, ekspresi, dan simbol dalam karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur-figur dalam karya DolorosaSinaga sering menggambarkan penderitaan melalui bentuk tubuh dan ekspresi yang kuat. Namun, di balik itu juga terdapat pesan perlawanan, seperti keberanian dan solidaritas. Kesimpulannya, karya Dolorosa Sinaga tidak hanya menggambarkan luka, tetapi jugamenjadi media untuk menyampaikan kritik dan perlawanan terhadap negara. Seni dalam hal ini berfungsi sebagai sarana untuk menyuarakan pengalaman sosial dan mendorong kesadaran akan isu kemanusiaan.
Copyrights © 2026