UMKM Seblak Eco di Kabupaten Kudus menghadapi permasalahan berupa tidak adanya pencatatan keuangan terstruktur, lemahnya pengendalian persediaan, serta keterbatasan pemasaran digital yang menyebabkan penurunan omzet 15–20% dan kehabisan stok 2–3 kali per minggu. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan digital melalui model pendampingan terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan pemilik dan dua karyawan melalui pelatihan analisis usaha (break-even point dan pencatatan keuangan), penerapan manajemen persediaan berbasis FIFO, serta aktivasi pemasaran digital menggunakan WhatsApp Business, Tiktok, dan GrabFood. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test (10 soal), observasi partisipasi, serta pengukuran perubahan omzet dan frekuensi kehabisan stok. Hasil menunjukkan peningkatan skor pemahaman dari 60 menjadi 79 atau naik 31,67%, dengan rata-rata pemahaman akhir 92,94% (kategori sangat baik). Frekuensi kehabisan stok menurun 66% dan omzet meningkat rata-rata 15% dalam satu bulan setelah digitalisasi. Kebaruan program ini terletak pada integrasi simultan penguatan manajemen keuangan, pengendalian persediaan, dan digital marketing dalam satu desain pendampingan terpadu. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha serta mendukung pertumbuhan UMKM yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026