Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi strategi penting dalam mewujudkan pembangunan desa berkelanjutan, khususnya pada wilayah dengan potensi wisata seperti Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Nagari ini menyimpan keindahan alam yang memukau dan berpotensi sebagai Kawasan wisata. Namun memiliki permasalahan utama yang seringkali dihadapi yaitu tingginya volume sampah rumah tangga, pertanian, dan aktivitas pasar yang tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana pengelolaan yang memadai, termasuk tidak tersedianya tempat pengumpulan sampah permanen. Akibatnya sampah banyak ditumpuk di pinggir jalan, area permukiman, bahkan dibuang ke sungai yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan banjir. Padahal sampah tersebut merupakan sumber daya penting yang dapat diolah menjadi barang bernilai guna dan bernilai jual. Permasalahan ini menjadi alasan pentingnya pemberdayaan masyarakat Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh. Sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi mitra, dilakukan pelatihan pada tanggal 14- 28 Juli 2025 pengelolaan sampah berbasis masyarakat sesuai dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan memanfaatkan sampah organik dan anorganik yang dihasilkan masyarakat. Bentuk kegiatan yang diberikan adalah sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dan hasil tani menjadi barang bernilai guna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik, pembuatan pupuk kompos dan ekoenzim, serta pengolahan sampah anorganik menjadi produk kerajinan yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh.
Copyrights © 2026