Konsumsi minyak goreng di Indonesia yang tinggi menyebabkan kebiasaan penggunaan ulang minyak jelantah, yang berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Minyak jelantah mengandung senyawa toksik hasil oksidasi dan polimerisasi yang berpotensi karsinogenik, serta dapat mencemari tanah dan air bila dibuang sembarangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan, sekaligus melatih masyarakat dalam mengolah limbah tersebut menjadi produk sabun yang bermanfaat. Integrasi edukasi kesehatan berbasis risiko karsinogenik minyak jelantah dengan pelatihan kewirausahaan sederhana berbasis pemanfaatan limbah domestik pada masyarakat kepulauan yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah rumah tangga terstruktur menjadi kebaruan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus 2025 di Desa Lonthoir, Banda Besar, Maluku, yang diikuti oleh 22 peserta ibu rumah tangga anggota PKK. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta praktik langsung pembuatan sabun dari minyak jelantah. Seluruh peserta mampu mengikuti tahapan pembuatan sabun hingga selesai, dan peserta menyatakan minat untuk mengembangkan produk sebagai usaha rumah tangga. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, pengendalian pencemaran lingkungan, serta membuka peluang ekonomi kecil berbasis pemanfaatan limbah domestik.
Copyrights © 2026