Latar belakang: Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program yang diberlakukan sejak tahun 2014 oleh BPJS Kesehatan sebagai upaya preventif dan promotif untuk penyakit DM tipe 2 dan Hipertensi. Namun kenyataannya, belum semua FKTP mampu menjalankan Prolanis sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan, salah satunya Klinik Symponi Danarieva Medika Kota Palembang dengan capaian sebesar 3,16%, 3,89%, 2,60% selama bulan Apri-Mei 2024 dari target nasional >5%. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam kepada informan yang mencakup enam orang, observasi, dan telaah dokumen. Hasil: Implementasi Prolanis belum optimal menyebabkan tidak tercapainya target RPPT di Klinik Symponi Danarieva Medika karena kegiatan senam Prolanis yang tidak rutin dilakukan akibat keterbatasan lokasi, kurang aktifnya pemanfaatan pengingat/SMS Gateaway, serta tidak lagi melaksanakan klaim kegiatan dan alokasi anggaran karena rendahnya frekuensi kegiatan Prolanis. Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Prolanis di klinik ini masih belum berjalan optimal dan masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Saran: Diperlukan optimalisasi pelaksanaan Prolanis, klinik perlu menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk memperjelas tanggung jawab petugas serta membuat jadwal kegiatan untuk menyesuaikan dengan lokasi kegiatan. Selain itu, perlu diupayakan kegiatan seperti senam bulanan, reaktivasi media sosial untuk informasi dan pengingat, serta peningkatan keterlibatan keluarga.
Copyrights © 2026