Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, salah satunya di Jawa Tengah. Pendekatan analisis global sering kali belum mampu menangkap perbedaan pengaruh determinan stunting secara local. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola global dan lokal determinan stunting di Jawa Tengah menggunakan. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder agregat dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Analisis dilakukan menggunakan regresi global Ordinary Least Squares (OLS) dan dilanjutkan dengan Geographically Weighted Regression (GWR) untuk mengidentifikasi variasi spasial pengaruh determinan stunting. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya heterogenitas spasial yang signifikan. Variabel persentase bayi mendapatkan ASI eksklusif dan variabel proporsi perempuan yang melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun berperan signifikan secara lokal pada kabupaten/kota tertentu, sementara variabel lain tidak menunjukkan pengaruh yang konsisten secara global. Model GWR mampu menjelaskan variasi spasial prevalensi stunting dengan lebih baik dibandingkan model OLS dengan nilai koefisien determasi bernilai 0,165 vs 0,620. Kesimpulan: Determinan stunting di Jawa Tengah tidak bersifat homogen secara spasial. Pendekatan GWR efektif dalam mengungkap pola pengaruh lokal dan mendukung perlunya kebijakan penanganan stunting yang spesifik wilayah.
Copyrights © 2026