Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026

Risiko Carpal Tunnel Syndrome pada Pengrajin Tembaga: Studi Kasus di Boyolali

Efendi, Muhammad-Rizal (Unknown)
Nurullita, Ulfa (Unknown)
Handoyo, Wahyu (Unknown)
Wardani, Ratih-Sari (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2026

Abstract

Latar belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan saraf akibat tekanan pada saraf medianus, umum terjadi pada pekerja dengan aktivitas repetitif dan paparan getaran, seperti di industri kerajinan tembaga CV. Muda Tama Gallery memiliki potensi risiko tinggi CTS akibat pekerjaan tangan intensif dan berulang. Penelitian ini menyoroti lima variabel dugaan penyebab CTS: usia, masa kerja, frekuensi gerakan repetitif, lama paparan, dan intensitas getaran alat kerja. Tujuan: menganalisis hubungan antara karakteristik individu, gerakan repetitif, lama paparan, dan intensitas getaran dengan keluhan CTS pada pekerja pengrajin tembaga.. Metode: Studi observasional analitik dengan desain cross-sectional dan total sampling pada 43 pekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner (usia, masa kerja), Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ), observasi 1 menit (gerakan repetitif), dan pengukuran getaran menggunakan vibration meter. Analisis menggunakan uji Spearman dan Pearson. Hasil: Rata-rata usia responden 38,51 tahun, masa kerja 13,60 tahun, frekuensi gerakan repetitif 82,93 kali/menit, lama paparan getaran 2,30 jam/hari, dan intensitas getaran 8,68 m/s². Skor rata-rata CTS pada skala keparahan 22,26 dan skala fungsional 13,05. Uji hubungan dengan CTS menunjukkan usia (p=0,000), masa kerja (p=0,000) dengan CTS pada kedua skala. Gerakan repetitif dengan skala keparahan (p=0,044), gerakan repetitif dengan skala fungsional (p=0,057), lama paparan (p=0,058; p=0,157), dan intensitas getaran (p=0,481; p=0,394). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara usia, masa kerja, dan gerakan repetitif dengan keluhan CTS pada pengrajin tembaga, sementara lama paparan dan intensitas getaran tidak berpengaruh signifikan. Meski tidak berpengaruh pada skala fungsional, gerakan repetitif tetap memperburuk gejala CTS.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkmi

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health ...