Gangguan pada masa kehamilan merupakan salah satu yang sering terjadi di tengah masyarakat, termasuk di Kelurahan Ulu Benteng, Kabupaten Barito Kuala. Namun disisi lain mereka memiliki sebuah tradisi yang dipercaya dapat merawat kehamilan, yang dikenal dengan istilah tradisi panti. Penelitian ini meneliti makna dari tradisi panti, yaitu sebagai sebuah ritual perawatan kehamilan berdasarkan local wisdom Orang Bakumpai. Fokus utama penelitian adalah bagaimana Orang Bakumpai memaknai dan melaksanakan tradisi tersebut untuk merawat kehamilan secara spiritual dan budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna tradisi panti berdasarkan local wisdom Orang Bakumpai dalam merawat kehamilan, termasuk bagaimana tradisi ini dilaksanakan, fungsi sosialnya, dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik dari George H. Mead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi panti adalah kombinasi antara kepercayaan animisme dan nilai-nilai islam, dilakukan saat kehamilan tujuh bulan, dan hanya dikenal oleh kalangan keluarga tertentu. Tradisi panti dipercaya sebagai bentuk perlindungan dari gangguan makhluk halus, dan terdapat mantra khusus. Tradisi ini bermakna perlindungan spiritual dan fisik, keharmonisan dengan alam, solidaritas keluarga, simbol harapan, transmisi budaya lisan dan pelestarian identitas budaya. Tradisi panti merupakan wujud nyata local wisdom Orang Bakumpai yang tetap relevan hingga sekarang.
Copyrights © 2026