Background: Hypertension is a chronic disease that requires long-term and continuous treatment. Successful blood pressure control is significantly influenced by patient adherence to antihypertensive medication. Medication adherence is crucial because non-adherence can increase the risk of complications, reduce quality of life, and worsen the health condition of people with hypertension. Purpose: To determine the relationship between knowledge, family support, and healthcare professional support with medication adherence in people with hypertension. Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 207 respondents with hypertension at the Gambirsari Community Health Center, selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the hypertension knowledge questionnaire (HK-LS), family support questionnaire (HK-LS), healthcare professional support questionnaire (HK-LS), and medication adherence questionnaire (MMAS-8). Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-square test. Results: There was a relationship between knowledge (p-value 0.028), family support questionnaire (p-value 0.003), and healthcare professional support questionnaire (p-value 0.0001) with medication adherence. Respondents with good knowledge, family support, and support from healthcare professionals tended to have higher levels of medication adherence. Conclusion: Medication non-adherence among people with hypertension remains common and has the potential to lead to uncontrolled blood pressure and increase the risk of complications. Good knowledge of hypertension management, particularly regarding food choices, and support from family and healthcare professionals in the form of education, motivation, and guidance play a crucial role in improving medication adherence. Keywords: Family Support; Healthcare Professional Support; Hypertension; Knowledge; Medication Adherence. Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan. Keberhasilan pengendalian tekanan darah sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti-hipertensi. Kepatuhan minum obat menjadi aspek penting karena ketidakpatuhan dapat meningkatkan risiko komplikasi, menurunkan kualitas hidup, serta memperburuk kondisi kesehatan penderita hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 207 responden penderita hipertensi di Puskesmas Gambirsari yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi (HK-LS), dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, serta kuesioner kepatuhan minum obat (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara pengetahuan (p-value 0.028), dukungan keluarga (p-value 0.003), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value 0.0001) dengan kepatuhan minum obat. Responden dengan pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan yang baik, cenderung memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang lebih tinggi. Simpulan: Ketidakpatuhan minum obat pada penderita hipertensi masih ditemukan dan berpotensi menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol serta meningkatkan risiko komplikasi. Pengetahuan yang baik mengenai pengelolaan hipertensi, khususnya pada pemilihan jenis makanan, adanya dukungan keluarga, tenaga kesehatan dalam bentuk edukasi, motivasi, dan pendampingan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat. Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Dukungan Tenaga Kesehatan; Hipertensi; Kepatuhan Minum Obat; Pengetahuan.
Copyrights © 2026