Temanggung merupakan salah satu sentra produksi kopi di Jawa Tengah, tetapi produktivitas kopi di Temanggung masih tergolong rendah (0,7 ton/ha). Beberapa penyebab kondisi itu adalah serangan hama penyakit dan sistem budidaya yang tergolong masih tradisional. Salah satunya adalah penyakit kanker batang dan nekrosis akar yang diakibatkan oleh jamur Fusarium solani. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan pelatihan usaha tani dan perbanyakan Trichoderma spp. Metode yang diterapkan adalah Participatory Rural Appraisal. Mitra kegiatan pengabdian ini yaitu Kelompok Tani Rukun Tani III, yang terletak di Desa Banjarsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung. Bahan yang digunakan sebagai media perbanyakan adalah seresah bambu dan nasi. Setelah proses inkubasi selama 10-14 hari, ditemukan bahwa terjadi perbanyakan koloni Trichoderma spp. ditandai dengan bercak-bercak hijau yang memenuhi media. Aplikasi Trichoderma spp. sebagai biofungisida dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan menyebarkan ke lahan ataupun dicampur dengan pupuk, sehingga Trichoderma spp. nantinya akan ikut masuk ke tanah dan kemudian menyebar. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu petani kopi mengetahui bagaimana mengelola usaha tani dan dapat membuat Trichoderma secara alami dan mandiri.
Copyrights © 2026