Insomnia kronik merupakan salah satu gangguan tidur yang sering berkaitan dengan faktor psikologis, terutama kecemasan dan ruminasi kognitif, yang dapat memperpanjang dan memperberat gangguan serta menurunkan fungsi di siang hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis dan perjalanan insomnia kronik yang dipicu kecemasan dan overthinking, serta menelaah peran pendekatan biopsikososial dalam memperbaiki kualitas tidur dan fungsi sehari‑hari. Jenis penelitian adalah studi kasus klinis dengan desain laporan kasus, dilakukan pada seorang pasien laki‑laki usia 57 tahun dengan pola insomnia sleep‑maintenance yang dievaluasi di Poli Jiwa. Populasi mencakup pasien dewasa dengan keluhan insomnia di klinik tersebut, sedangkan sampel dipilih secara purposif sebagai satu kasus yang memenuhi kriteria insomnia kronik non‑organik (F51.0) tanpa gejala psikotik maupun depresi mayor. Instrumen meliputi anamnesis psikiatri, pemeriksaan status mental, dan rekam medis, dianalisis secara deskriptif‑kualitatif dengan pendekatan narasi kasus tunggal. Hasil menunjukkan bahwa Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia yang diintegrasikan dengan farmakoterapi jangka pendek mampu mengurangi overthinking dan kecemasan, memperbaiki kontinuitas tidur, serta meningkatkan fungsi harian. Kesimpulan menyatakan bahwa insomnia kronik yang dipicu kecemasan dan overthinking sangat responsif terhadap model biopsikososial yang menempatkan CBT‑I sebagai intervensi utama, sehingga perlu dijadikan pendekatan klinis standar.
Copyrights © 2026