Penelitian ini membahas mekanisme bongkar muat batu bara menggunakan floating crane di wilayah ambang luar oleh PT. Mitra Musi Sentosa Palembang. Kegiatan ini merupakan solusi atas keterbatasan infrastruktur pelabuhan dan draft Sungai Musi yang tidak memungkinkan kapal induk bersandar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bongkar muat terdiri dari tahap shipping instruction, inspeksi CIQ, penarikan tongkang, penambatan, transfer muatan, hingga final draft survey. Kendala utama yang dihadapi meliputi gangguan teknis (kerusakan alat, cuaca buruk, keterbatasan kapasitas crane) dan non-teknis (kurangnya koordinasi, keterlambatan tugboat, dan SOP yang belum terdokumentasi). Diperlukan perbaikan prosedur kerja, peningkatan SDM, sistem monitoring cuaca, dan pengawasan keselamatan untuk efisiensi operasional.
Copyrights © 2026