Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat keakuratan Single Index Model (SIM) dan Capital Asset Pricing Model (CAPM) dalam memprediksi return saham pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan harga saham perusahaan. Sampel penelitian terdiri dari 19 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 45 perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45. Tingkat keakuratan model dianalisis menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), sedangkan pengujian perbedaan tingkat akurasi dilakukan menggunakan Mann–Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata MAD pada SIM sebesar 0,068956, sedangkan pada CAPM sebesar 0,083203, yang menunjukkan bahwa SIM memiliki tingkat kesalahan prediksi yang lebih kecil. Namun demikian, hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tingkat akurasi kedua model tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua model memiliki kemampuan yang relatif sebanding dalam memprediksi return saham pada indeks LQ45. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam kajian manajemen investasi dengan menunjukkan relevansi penggunaan model analisis return saham pada pasar berkembang serta memberikan pertimbangan bagi investor dalam memilih pendekatan analisis investasi yang tepat
Copyrights © 2026