Kesempatan kerja perempuan merupakan indikator penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi karena mencerminkan tingkat partisipasi serta kesetaraan gender di pasar tenaga kerja. Namun, partisipasi perempuan masih relatif lebih rendah dibandingkan laki-laki akibat berbagai faktor struktural dan sosial, terutama tingkat pendidikan dan status perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kesempatan kerja perempuan di Kota Semarang dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus . Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada perempuan usia produktif dengan latar belakang pendidikan serta status perkawinan yang beragam. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan teknik triangulasi guna memperoleh pemahaman yang komprehensif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap peluang kerja perempuan, terutama dalam meningkatkan akses ke sektor formal yang menawarkan upah lebih tinggi, stabilitas kerja, serta perlindungan tenaga kerja yang lebih baik. Sementara itu, status perkawinan turut memengaruhi kesempatan kerja, di mana perempuan menikah cenderung menghadapi hambatan berupa beban ganda antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik serta adanya stereotip dalam proses rekrutmen. Meskipun demikian, pengaruh negatif tersebut cenderung berkurang pada perempuan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan akses pendidikan dan penguatan kebijakan ketenagakerjaan yang responsif gender guna memperluas kesempatan kerja serta mengurangi kesenjangan gender di pasar tenaga kerja.
Copyrights © 2026